Soto Sokaraja, Soto khas Banyumas yang Melegenda



Hidangan Soto Sokaraja yang dilengkapi dengan mendoan yang menggoda (Pingki Setiyo/Semarasanta)

Semarang - Di kota ini kita dapat dengan mudah menemukan berbagai macam soto, seperti soto Sokaraja, soto Boyolali, soto Kudus, soto Lamongan dan masih banyak lainnya. Setiap daerah memiliki cara tersendiri yang khas dalam meracik soto, contohnya yaitu Soto Betawi yang diracik dengan kuah santan dan juga ditemani emping. 
 
Soto Sokaraja atau yang lebih dikenal oleh orang Banyumas dengan sebutan Sroto Sokaraja merupakan salah satu makanan khas Banyumas yang patut dicoba. Tak seperti pada umumnya, soto Banyumas ini memiliki keunikan tersendiri dalam satu mangkok porsinya. Bahan – bahan yang digunakan seperti ketupat, soun, kecambah ijo, seledri, bawang goreng, kerupuk, dan juga sambel kacang, tak lupa di beri irisan daging, baik daging ayam maupun daging sapi. 

Di Semarang, kita dapat dengan mudah menikmati Soto Sokaraja, salah satunya di warung Soto Sokaraja Pak Yunus, di Jalan Kusumawardhani, tepatnya di belakang Kantor Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Tengah. Warung soto ini dikelola oleh Yunus (37) yang berasal dari “tempat lahirnya” Soto Sokaraja, yaitu Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Penggunaan ketupat dan sambal yang terbuat dari kacang membedakan soto sokaraja dengan soto lainnya.

Kalo kebanyakan soto lain kan kuahnya santan, kalo kita (Soto Sokaraja) kuahnya itu bening. Nah, di dalam kuah sotonya kita kasih jeroan sapi  (daging sapi bagian dalam) biar kuahnya lebih  seger, lebih terasa,” ungkap Yunus pemilik warung Soto Banyumas (16/10). 

Proses penggorengan mendoan yang langsung pada saat di pesat pengunjung (Pingki Setiyo/Semarasanta)


Warung Soto Sokaraja Pak Yunus buka setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 21.00 wib. Warung yang berada di daerah Pleburan ini tidak pernah sepi pembeli terbukti dengan habisnya 50-70 ketupat setiap harinya. Warung Soto Sokaraja Pak Yunus menyediakan berbagai macam menu, salah satunya yaitu mendhoan khas Banyumas. Untuk harga soto berkisar antara Rp 14.000 – Rp 18.000 tergantung pada pemilihan daging.

“ Kebanyakan yang beli mahasiswa Banyumas sih kalau dilihat dari logatnya, ngapak-ngapak kaya saya. Mungkin mereka kaya rindu masakan banyumas seperti sroto, mendhoan gini,” kata Yunus. (16/10).

Sambal kacang sesuai dengan namanya yaitu sambal yang diulek dengan kacang tanah yang sudah digoreng. Rasa pedas pada sambal kacang ini tidak terlalu terasa, walaupun kita membubuhkan banyak sambal kacang, namun mulut kita tidak akan merasakan pedas. Namun bagi para pecinta pedas tidak perlu khawatir, karena Soto Sokaraja ini juga cocok jika dibubuhi sambal yang pedas. Kegunaan sambal kacang tidak semata – mata hanya memberikan rasa pedas saja, namun juga sebagai bumbu inti. Semakin banyak membubuhi sambal kacang semakin kental kuah Soto nya, dan juga akan semakin terasa perpaduan bumbu lainnya di dalam mulut, atau orang Banyumas biasa menyebutnya buket mblaketakhet.

Jika beberapa soto menggunakan emping sebagai kerupuk, lain halnya dengan Soto Sokaraja, Soto Sokaraja ini menggunakan kerupuk daerah yang khas dengan warna-warninya yang bernama kerupuk Cantir . Kerupuk yang berbahan dasar singkong ini sangatlah menambah kenikmatan Soto Sokaraja, karena kerupuk ini memiliki cita rasa tersendiri yang berbeda dengan kerupuk pada umumnya. Untuk kuah, Soto Sokaraja juga berbeda dengan kuah soto kebanyakan, entah itu dari bumbu ataupun dari warna kuah sendiri. Bagaimana sudah mau mencicipinya, bukan? (Pingki Setiyo Anggraeni/Semarasanta)

Share this:

 
Copyright © Semarasanta - Travel Blog. Designed by OddThemes & VineThemes