Seni Mural yang Satu Ini Menjadi Salah Satu Wujud Kebhinekaan!

Sahlan Marzuuqi/Semarasanta
Semarang - Mural adalah kesenian melukis tembok yang hasilnya memiliki banyak makna. Seperti halnya mural yang terdapat di dinding Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Seni ini memiliki banyak arti, warak yang terdapat dalam gambar merupakan merupakan hewan mitologi Semarang yang menggambarkan betapa beragamnya suku dan budaya yang ada di Semarang. Warak sebagai simbol kebinekaan ini ialah salah satu karya mural yang dilukis di dinding TBRS sepanjang 27 meter dan tinggi tiga meter.
Ketika memasuki taman budaya yang terletak di Jalan Sriwijaya, akan ditemui mural berjudul ’’Rukun Agawe Santosa’’. Gambar itu berada tepat di dinding dekat pintu masuk, satu bagian dengan tiang gerbang dan bersebelahan dengan dinding eks Wonderia. Karya tersebut merupakan salah satu karya pembuka yang akan dipamerkan dalam Pazaarseni 2017. Kegiatan akbar seni rupa tahunan itu akan digelar pada 20- 22 Oktober mendatang di TBRS.
“Mungkin seni mural ini dapat menggambarkan betapa beragamnya etnis di Kota Semarang, karena bagus banget makanya saya selfie di sini.” ucap Danny salah satu pengunjung TBRS yang melakukan selfie di depan Mural.
Setelah kemunculannya, mural tersebut mulai digunakan sebagai objek foto dan selfie oleh pengunjung yang datang, disamping memiliki banyak arti dan makna, fenomena mural ini merupakan ungkapan dari ribuan kata-kata yang disampaikan melalui seni melukis dinding mural.  Warak yang sudah menjadi ciri khas Kota Semarang berwujud makhluk rekaan yang merupakan gabungan beberapa binatang yang merupakan simbol persatuan dari berbagai golongan etnis di Semarang: Cina, Arab dan Jawa. Kepalanya menyerupai kepala naga (Cina), tubuhnya layaknya buraq (Arab), dan empat kakinya menyerupai kaki kambing (Jawa).
Dalam mural ini, Warak yang dilukiskan hanya kepalanya saja berada di depan perahu yang penumpangnya terdiri dari lukisan orang-orang yang berasal dari berbagai golongan dan etnis yang berjalan beriringan menjadi simbol kerukunan dan persatuan antar golongan. Tidak ada rasa saling membedakan dan menjunjung tinggi rasa bhineka tunggal ika sesuai semboyan dari bangsa Indonesia sendiri.
Terkait hal tersebut rangkaian acara Pazaarseni kembali digelar tahun ini. Kegiatan yang diprakarsai Dewan Kesenian Semarang (Dekase) tersebut sudah berlangsung kontinu selama empat tahun sejak 2014. Pazaarseni 2017 ini lebih menguatkan pelatihan dengan peserta pelajar dan mahasiswa. Dengan mengusung tema ''Im Creativity'', acara ini digelar selama tiga hari mulai pukul 09.00-21.00 WIB.
Ada berbagai rangkaian acara dalam event ini yakni pameran dan bazar seni, pelatihan, diskusi dan pemutarn film, lomba, serta pertunjukan. Akan terdapat banyak stan yang berisi hasil karya seni seperti patung, lukisan dan benda-benda seni lainnya. Pameran seni ini akan mengundang berbagai komunitas seni yang diprakarsai oleh anak muda. Sesuai dengan tema yang di usung para anak muda yang memiliki ide kreatif dan inovatif dalam hal kesenian dapat mengembangkan minat dan pengalaman mereka jika berkunjung disini. (Sahlan M./Semarasanta)

Share this:

 
Copyright © Semarasanta - Travel Blog. Designed by OddThemes & VineThemes