Nasi Boranan, Makanan Wajib Lesehan

Lamongan - Bila membahas hidangan khas Jawa Timur, tentunya kita tahu bahwa ada makanan yang terkenal seperti Tahu Campur, Bakso Malang, dan Soto Lamongan. Ketenaran Soto Lamongan tidak kita ragukan, bahkan produsen makanan dadak membuat mie dadak dengan rasa Soto Lamongan. Selain Soto Lamongan Jawa timur ternyata ada Nasi Boranan atau kerap di panggil Sego Boran. Walaupun jarang terdengar namanya, tetapi nasi Boranan ini merupakan makanan favorit bagi warga Lamongan.

Warga biasa berburu nasi Boran di pagi hari di bawah jembatan Made, kabupaten Lamongan. FOTO: K. Ceha/Semarasanta
Nasi Boranan terdiri dari nasi yang di beri sayuran berisi taoge, kacang panjang, daun singkong, dan irisan kelapa kemudian ditaburi bumbu nasi Boranan berwarna merah seperti sambal dengan beberapa lauk pilihan antaranya: ayam, ikan Bandeng, telur, dan berbagai jeroan sapi.  Nasi Boranan juga disantap dengan peyek kacang atau teri. Ada satu yang menjadi ciri khas dari nasi Boranan dan tidak boleh terlupakan, adalah empuk. Gorengan yang terbuat dari tepung ini adalah syarat dari Nasi Boranan. Sayur dari nasi Boranan tidak di rebus seperti memasak sayur pada umumnya, malinkan di bakar menggunakan pecahan genteng. Rasa pedas dan sedikit asin dari bumbu nasi Boran khas dengan lidah orang Jawa Timur. Bumbu tersebut terbuat dari cabai yang telah direbus dicampur dengan parutan kelapa, sedikit beras mentah, jahe, terasi, lengkuas, dan jeruk purut. 
Kekhasan lain dari Nasi Boranan yakni hidangan ini tidak disajikan di atas piring, melainkan di atas kertas minyak yang kemudian di tumpuk dengan kertas koran dan dibentuk mengerucut untuk dapat dipegang oleh pembeli. Namun menurut Karni, perempuan berusia 60 tahun yang biasa berjualan di depan stasiun kereta api Lamongan, seringkali ia menemui pelanggan yang meminta dihidangkan di atas piring.
K. Ceha/Semarasanta
“Biasanya bukan orang sini yang minta di piring, mereka tidak tahu, tapi kan namanya orang jualan nasi boran itu dari dulu tidak pernah bawa piring” ujarnya.
Karni juga mengatakan bahwa Nasi Boranan sering di sajikan di acara pernikahan.
“Walaupun di nikahan, ya tetap pakai kertas. Kalo di piring biasanya soto, rawon, atau tahu campur,” tambahnya.
Makanan ini kental akan budaya Lamongan. Menurut orang Lamongan, nasi Boranan bukanlah nasi Boranan jika tidak dinikmati sambil lesehan. Nasi Boranan juga harus dijual terbuka di pinggir jalan, bukan di jual layaknya warung-warung makanan biasa. Ini terbukti, jika Anda berkunjung ke kota Soto ini, Anda mungkin tidak menjumpai warung makan yang menyediakan menu nasi Boranan. Paling-paling yang kita temui adalah saudaranya, yaitu soto Lamongan dan Pecel Lele.
Salah satu pelanggan bernama Finun, berpendapat bahwa makanan ini dari dulu sampai sekarang eksistensinya tetap sama. Menurutnya, di Lamongan nasi Boranan peminatnya lebih banyak di bandingkan makanan khas yang lain.
“Wong tempat saya itu banyak yang jual sego Boran timbang soto, soalnya wong Lamongan banyak cari sego Boran.” ucap Finun.

Share this:

 
Copyright © Semarasanta - Travel Blog. Designed by OddThemes & VineThemes