Ketika Gamelan Dimainkan Dengan Alat Musik Modern


Antika Yolanza/Semarasanta
Semarang – Ditengah tergesernya kesenian tradisional Gamelan oleh budaya modern, apa yang dilakukan oleh salah satu komunitas seni Semarang bernama Komunitas Pelangi Gamelan Gaul ini menjadi oase tersendiri bagi kesenian tradisional Jawa tersebut. Berbekal kreativitas, mereka mencetuskan sebuah ide untuk menciptakan kesenian baru berupa kolaborasi atau gabungan antara alat musik tradisonal gamelan dengan alat musik modern masa kini. Alat musik tradisional berupa saron, kendang, bonang, suling, dan gong yang dikolaborasikan dengan alat musik modern seperti keyboard, gitar, bass, dan drum ini membentuk suatu aliran kesenian baru yang unik dan khas yang hanya dimiliki oleh komunitas ini, atau disebut sebagai Gamelan Kreasi.
Gamelan ialah salah satu alat kesenian tradisional Jawa yang masih tersisa hingga saat ini. Alat musik yang akrab disebut karawitan ini terdiri dari kendang, gong, bonang, saron, rebab, demung, gambang, siter dan masih banyak yang lainnya. Gamelan sering digunakan untuk mengiringi pertunjukan seperti wayang dan kethoprak. Beberapa tahun lalu, mungkin kita masih dapat menikmati syahdunya alunan musik gamelan ini dengan leluasa, karena alat musik tradisional ini akan selalu menjadi pengiring untuk  upacara tradisional setempat yang memakai adat Jawa. Namun, masuknya budaya-budaya baru ke Indonesia membuat musik tradisional yang satu ini tak lagi digemari oleh masyarakat, baik remaja maupun dewasa.
Melihat kesenian gamelan yang hampir hilang ditelan modenisasi zaman, Komunitas Pelangi Gamelan Gaul pun muncul dengan segenap gagasan kreatifnya dalam menjaga eksistensi kesenian tradisional yang satu ini.
“Ide mengkolaborasikan antara gamelan dengan alat musik modern itu muncul ketika kami sedang ramai membahas mengenai kemunduran musik gamelan di Semarang di basecamp Layur. Saat itu kami berpikir bagaimana cara mengembangkan gamelan biar tidak dianggap membosankan oleh masyarakat. Kemudian munculah gagasan untuk menyesuaikan gamelan dengan musik dan lagu masa kini, hingga jadilah gamelan kreasi sekarang ini,” ujar Adipati Tony, anggota Komunitas Pelangi Gamelan Gaul, Minggu (15/10).
Antika Yolanza/Semarasant
Tidak hanya memadupadankan musik tradisional gamelan dengan musik modern saja, komunitas ini juga menyertakan seni vokal atau nyanyian untuk melengkapi musik gamelan kreasi tersebut. Hasilnya sangat memuaskan, banyak masyarakat yang menyukai musik gamelan kreasi baru. Terbukti dengan booming nya musik gamelan kreasi, Komunitas Pelangi Gamelan Gaul sering diundang untuk mengisi acara kesenian baik di dalam kota maupun diluar kota.
 “Gamelan kreasi ini dapat mengiringi lagu dengan genre apapun, pop, jazz, lagu tradisional, rock, hingga EDM. Semuanya bisa dimainkan, tapi ya itu lagu itu terlebih dahulu harus diaransemen agar gamelan, alat musik modern, dan lagunya sendiri itu bisa nyatu,” terang  Tony. 

Mulai dari lagu lokal seperti Gambang Semarang, Jangkrik Genggong, Lir-ilir, lagu pop Indonesia seperti lagu Mahadaya Cinta, hingga lagu barat seperti lagu Baby dari Justin Bieber dan lagu Marry You milik Bruno Mars, dapat dinyanyikan dengan iringan musik gamelan kreasi ini. Terbukti jika musik gamelan kreasi dapat mengiringi segala macam lagu, tentunya dengan cita rasa baru perpaduan antara gamelan dengan musik modern. Gamelan kreasi juga bisa dibuat medley, yaitu menggabung dua lagu menjadi satu, seperti menggabungkan Lagu Gambang Semarang dengan lagu Marry You ciptaan Bruno Mars.
Gamelan kreasi menjadi terobosan baru bagi kesenian nasional terutama di Kota Semarang, sekaligus menjadi solusi terbaik saat ini yang dapat kita lakukan untuk menyelematkan kesenian bangsa dari ancaman modernisasi. Dengan menyesuaikan dan mengembangkan kesenian tradisional sesuai dengan perkembangan zaman, dan menciptakan budaya atau kesenian baru melalui perpaduan antara keduanya. Keunikan gamelan kreasi ini, dapat membantu menarik masyarakat untuk lebih dekat dengan alat musik tradisional Jawa serta untuk mengenalkan kepada mereka bahwa sebenarnya Indonesia khususnya Semarang juga punya kesenian musik gamelan kreasi yang tidak kalah dengan musik-musik kekinian lainnya.
Gamelan kreasi sendiri telah menjadi penguat kesenian tradisional, terutama kesenian Jawa di tengah arus modernisasi yang semakin lama semakin menggeser budaya-budaya bangsa. Kita sebagai generasi penerus bangsa tentunya harus tetap menjaga dan melestarikan kesenian-kesenian tradisional seperti ini agar identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa dengan kebudayaan terkaya tetap terjaga. Jadi, apakah kalian sudah peduli dengan kesenian tradisional bangsa hari ini? (Antika.Y/Semarasanta)

Share this:

 
Copyright © Semarasanta - Travel Blog. Designed by OddThemes & VineThemes