Sensasi Sego Megono Khas Pekalongan, Sederhana Tapi Nikmat

Semarasanta/Asri Aulia
Pekalongan - Makanan yang nikmat tidak selalu identik dengan sesuatu yang mahal. Ada salah satu makanan yang wajib kalian coba ketika berkunjung di kota Pekalongan yang dijuluki Kota Batik ini. Tidak hanya batiknya yang terkenal di seluruh penjuru kota, di kota ini banyak sekali aneka makanan dengan cita rasa khas yakni Megono.
Bagi kalian yang berada diluar Jawa Tengah pasti sangat asing mendengar kata Megono. Mungkin kalian juga penasaran kenapa bisa dinamakan Megono bukan?
Nah, megono sendiri diambil dari kata mego = awan dan gegono= angkasa . Jika digabungkan menjadi mego ing gegono artinya awan putih di angkasa diantara kumpulan kelabu. Sego megono ini sudah ada pada saat zaman Agresi Militer Belanda.
Sego megono adalah nasi putih biasa yang disajikan bersama olahan nangka muda yang dicacah atau dicincang kecil, teksturnya yang kasar dilengkapi parutan kelapa muda,dan rasanya yang gurih membuat cita rasa tradisional yang khas.
Menyantap nasi megono apa adanya, rasanya masih kurang hanya memenuhi karbohidrat saja. Maka dari itu penjual nasi megono di Pekalongan menambah banyak lauk-pauk yang bergizi sebagai pelengkap nutrisi makanan seperti mendoan,telur balado,ikan asin, tahu bacem,pepes tahu dan masih banyak lagi. Tidak lupa sambel terasi sebagai penambah selera makan. Sego megono ini dinikmati oleh semua kalangan baik itu anak-anak hingga orang tua. Meskipun terkesan sederhana namun kenikmatannya sangat menggugah selera makan kita. Cita rasanya yang unik, gurih dan menggoyang lidah membuat penjual sego megono selalu diserbu pembeli. Sego Megono dibandrol dengan harga yang sangat terjangkau. Satu porsi sego megono komplit hanya sekitar Rp. 2.500 sampai 4.500 rupiah belum termasuk tambahan lauk.


Semarasanta/Asri Aulia
Salah satunya seperti warung sego megono “Mbak Mun”, di Pekuncen, Wiradesa Pekalongan yang cukup ramai diserbu pembeli saat pagi hari. Warung megono disini memang memiliki aneka lauk pauk yang tersedia dan rasanya juga tidak kalah dengan warung-warung lain.
“Megono sudah jadi menu wajib buat sarapan pagi keluarga ,karena harganya yang merakyat, rasanya juga enak, apalagi saya orang asli sini pastinya megono sudah jadi menu andalan.” kata Kusmiati, salah seorang pembeli sego megono (9/10).
Bagi perantau dari pantura, sego megono bisa menjadi obat mujarab saat rindu tanah kelahiran. Nasi megono tak pernah lepas dari keseharian masyarakat Pekalongan dan sekitarnya yang disantap pagi, siang, sore, maupun malam hari. Sego megono masih eksis hingga sekarang ini karena banyak masyarakat Pekalongan yang masih mempertahankan adat dan tradisi serta makanan khas peninggalan zaman dahulu. Kuliner ini bisa kita temukan di setiap sudut kota Pekalongan dari warung rumahan hingga lesehan kaki lima yang ada di alun-alun kota. Di sini terdapat beberapa warung megono yang cukup terkenal di antaranya ada di sekitar Jalan Hayam Wuruk, Warung Nasi Megono Pak Tjukup di Jalan Manggis No. 10,  atau Nasi Megono Pak Bon di Lapangan Sorogenen.

Nah, Sego Megono ini bisa jadi pilihan kuliner murah meriah dengan sensasi rasa yang gak murahan. Bagaimana? Tertarik untuk mencoba? (Asri.A/Semarasanta)

Share this:

 
Copyright © Semarasanta - Travel Blog. Designed by OddThemes & VineThemes