Nostalgia Tempo Dulu di Retro Cafe Semarang


Semarasanta/Randyani Rarasati
Semarang – Jalan-jalan ke kawasan kota lama Semarang, belum lengkap rasanya jika tidak mengunjungi cafe yang satu ini. Terletak tak jauh dari gereja Blenduk, cafe ini siap memanjakan lidah kalian melalui nuansa tempo dulu serta menu makanan pilihan. Jika dilihat dari tampilan luarnya, cafe ini terlihat biasa-biasa saja. Namun begitu memasuki cafe ini, suasana tempo dulu kental terasa. Lengkap dengan pajangan sepeda onthel serta barang barang-barang antik yang merupakan koleksi pribadi dari pemilik cafe.
Sebelum dijadikan cafe, gedung ini dulunya merupakan gudang buku namun tutup karena pernah terjadi banjir. Setelah mangkrak selama 2 tahun, akhirnya pada tahun 2014 gedung tua ini difungsikan sebagai kafe oleh Linggo Sapto yang merupakan seorang penggiat Kota Lama Semarang. Pada mulanya, cafe ini hanya dibuat sebagai tempat diskusi bagi komunitas-komunitas yang ada di Semarang, namun seiring berjalanya waktu, akhirnya dibuatlah Cafe Retro yang mengusung konsep tempo dulu.
Sesuai dengan namanya, Retro Cafe ini memiliki benda-benda kuno yang jarang kita jumpai di tempat lain. Mulai dari sepeda onthel, mesin ketik,  mesin jahit, hingga motor antik pun apik terpajang di cafe ini. Tak hanya itu saja, retro cafe ini juga menyediakan photobooth, fasilitas wifi, serta karaoke gratis bagi para pengunjungnya loh!
 
Semarasanta/Randyani Rarasati
Yunni Kosasih, pengelola Retro Cafe berharap dengan adanya cafe ini, dapat menghidupkan Kota Lama Semarang serta dapat menarik wisatawan lokal dan internasional untuk datang mengunjungi Kota Lama.
“Karena memang di kota lama banyak sejarah disini makanya di retro cafe juga gak sekedar koleksi barang antik tapi juga ada mini galeri, kita juga sisipkan edukasi melalui foto-foto perubahan kota lama jaman dulu dan sekarang dan juga sejarah-sejarah jaman kolonial yang ada di Semarang,” ujar Yunni.
Menu yang disajikan disinipun cukup beragam. Mulai dari aneka jenis minuman, makanan ringan, hingga makanan berat. Dengan merogoh kocek Rp 4.000-28.000 saja, kalian sudah dapat mencicipi menu favorit seperti nasi goreng retro dan wedang racik. Wedang racik sendiri merupakan minuman yang berisi rempah-rempah seperti jahe dan gula batu serta sedikit rasa mint. Minuman ini cocok dinikmati ketika hujan. Apalagi sambil menikmati suasana tempo dulu dengan diiringi tembang lawas. Wah dijamin, kalian bakalan merasa seperti berada di era 60an!
Semarasanta/Randyani Rarasati

Satu lagi nih yang menjadi menu favorit disini adalah aci blackpepper. Empat potong aci goreng dengan bumbu blackpepper disajikan lengkap dengan keju yang digongso. Rasanya gurih, kenyal dan pedasnya pas. Aci yang identik dengan jajanan pinggir jalan ini disulap menjadi camilan yang berkelas.
Cafe yang buka setiap hari dari pukul 11.00 dan tutup pada pukul 22:00 WIB ini, hampir tak pernah sepi pengunjung, terutama ketika malam minggu. Tak hanya mahasiswa saja loh yang senang nongkrong di cafe ini, orangtua pun tak mau kalah dan ikut bernostalgia jaman dahulu sambil menikmati sajian yang ditawarkan.
Anggun (19), seorang pengunjung yang datang bersama teman-temanya ini, mengaku senang dan ingin berkunjung lagi ke cafe ini. 
“Cafenya unik ya soalnya banyak barang-barang antiknya. Asik juga tempatnya buat nongkrong sama temen-temen soalnya menunya oke dan sesuai banget sama kantong mahasiswa.” ujar Anggun.
Cafe ini bisa menjadi salah satu rekomendasi yang pas buat kalian yang ingn sekedar menghabiskan waktu bersama teman-teman, keluarga bahkan pacar. Karena di cafe ini, kalian bisa menikmati sajian makanan yang enak dan tentunya dengan ditemani suasana yang tempo dulu banget! (RandyaniR/Semarasanta)

Share this:

 
Copyright © Semarasanta - Travel Blog. Designed by OddThemes & VineThemes