Kenalkan, Asal Usul Desa Wringin Putih Potensi Wisata Kawasan Borobudur


Magelang - Bagian barat Candi Borobudur terdapat pohon beringin putih yang berdiri dengan kokohnya, merupakan saksi bisu berdirinya desa wisata Wringin Putih. Beberapa jejak peninggalan dan mitos yang tumbuh di masyarakat menjadikan desa tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, menelisik dari asal usul terbentuknya dan potensi lokal yang ada. 

Desa Wringin putih Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah ini berjarak ± 5 KM dari letak Candi Borobudur. Desa ini terdiri dari lima dusun yaitu Dusun Krajan atau Wringin putih, Dusun Dendeng, Dusun Ngobo, Dusun Watugajah, dan Dusun Pluwang.

Menelisik dari asal usulnya, nama Wringin Puith memiliki filosofi tersendiri. Ketika memasuki desa ini, wisatawan akan disuguhkan pemandangan pohon beringin rindang, bahkan dahannya pun menyentuh tanah. Seperti namanya, pohon bringin ini memiliki bercak warna putih pada batangnya.

Pohon Beringin puith yang penuh dengan legenda memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. FOTO: Istiqomah Sheyla/Semarasanta

Nama Wringin putih sangat benilai filosofi tinggi. Wringin, Ringin atau Beringin bermakna “Mengayomi”. Konon. Dahulu desa ini ditutupi oleh wit ringin putih sehingga para penjajah di zaman itu tak berani memasuki desa Wringin putih sehingga pohon berakar menjuntai ini dianggap mengayomi masyarakat desa. Dan warna putih berarti “suci”. Artinya siapapun yang menjadi pengayom, pemimpin, atau Kepala Desa di Wringin puith harus suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Makna mengayomi dari dasal usul pohon beringin di desa Wringin puith ternyata memunculkan potensi kearifan lokal. Selain masyarakat tertarik melihat pohon beringin putih di desa tersebut, yakni terdapat pengembangan potensi wisata di Balai Perekonomian Desa (Balkondes) yang diresmikan tepatnya bulan September 2017 lalu oleh Presiden Joko Widodo sebagai upaya meningkatkan pendapatan negara melalui pariwisata.

Kondisi Balai Perekonomian Desa dalam tahap perkembangan. FOTO: Istiqomah Sheyla/Semarasanta

"Kalau Balai Perekonomian Desa (Balkondes) ini diresmikan September 2017 lalu oleh Presiden Joko Widodo sebagai upaya meningkatkan pendapatan negara melalui pariwisata," kata Susanto.

Wringin Putih merupakan salah satu potensi wisata lokal yang berfungsi sebagai sentra penggerak perekonomian dan galeri potensi desa. Yakni, mengembangkan Omah Guyub Wringin Putih sebagai tempat menginap, restoran dan pusat budaya lokal seperti jemparingan (panahan tradisional), tari tradisional, dan kerajinan batik. 

Budaya lokal Jemparingan (panahan tradisional) menjadi salah satu daya tarik wisatawan. FOTO: Istiqomah Sheyla/Semarasanta

"Kami mendapatkan 2,5 milliar untuk membangun Omah Guyub ini beserta homestay," kata Susanto. Mencoba merevitalisasi tradisi masa lalu, selain berfungsi sebagai penggerak ekonomi pedesaan,
Keunggulan yang ditawarkan disini yaitu kearifan lokal masyarakat setempat dimana interaksi sosial untuk mempererat persaudaraan dan gotong royong antar warga Desa yang terus dipelihara. Sejalan dengan hal tersebut konsep pengembangan perekonomian yang disusun, yakni pengembangan Omah Guyub Wringin Putih masih dilakukan secara bertahap Konsep pengembangan perekonomian yang disusun, yakni pengembangan Omah Guyub Wringin Putih masih dilakukan secara bertahap karena masih terhitung baru. 

Omah Guyub Wringin Putih merupakan salah potensi pariwisata lokal di kawasan Borobudur. FOTO: Istiqomah Sheyla/Semarasanta

Banyak dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) warga setempat yang mulai dirangkul oleh Balkondes untuk mewujudkan potensi lokal Wringin putih. Contoh yang ditunjukkan adalah pemberdayaan warga yang memproduksi kerajinan bambu.

Sanggar bambu milik warga desa Wringin Putih menghasilkan berbagai macam perabot bahkan alat musik berbahan dasar bambu. FOTO: Istiqomah Sheyla/Semarasanta

"Selama ini saya produksi sendiri, mengembangkan sendiri, dananya juga sendiri. Yang beli ya guru sama anak kuliahan. Pemasaran mengandalkan jaringan sendiri yang sudah terbangun. Baru beberapa minggu ini dilibatkan jika ada pameran dari Balkondes," kata Hartono warga Dusun Wringin Putih yang telah lama merintis usaha kerajinan bambu secara mandiri.

Tentunya hal tersebut tidak terlepas dari komitmen untuk berpartisipasi langsung pada kelestarian budaya sehingga desa wisata Wringin Putih menjadi sebuah desa yang melegenda dan memiliki daya tarik tersendiri dengan memaksimalkan potensi lokal. (Istiqomah Sheyla/Semarasanta)





Share this:

 
Copyright © Semarasanta - Travel Blog. Designed by OddThemes & VineThemes