Kebangkitan "Ruh" Gedung Tua Kota Lama

FOTO: Nico Ario/Semarasanta
Semarang - Indonesia kental akan peninggalan-peninggalan sejarahnya. Keunikan peninggalan sejarah bekas penjajahan berubah menjadi sebuah destinasi wisata. Selain identik akan kebudayaan kuno, perpaduan budaya Indonesia dengan negara lain menjadi daya tarik kuat untuk menikmati gaya vintage, sekedar mengambil foto atau menelusuri sejarahnya. Kota Lama merupakan salah satu destinasi tempat bernostalgia. Selain kawasannya yang dikelilingi oleh gedung-gedung tua peninggalan sejarah, Kota Lama menyajikan suasana sejarah yang kental.

Berbicara mengenai Kota Lama Semarang, lokasi tersebut telah menjadi perbincangan hangat. Banyak wisatawan yang saat ini terheran heran, melihat kemajuan yang pesat dari Kota Lama.  Apabila masyarakat mengunjungi Taman Srigunting dan Taman Garuda, pengunjung akan langsung disuguhkan dengan konsep taman yang benar-benar berubah drastis, dengan lingkungan yang bersih, pedestrian yang nyaman, serta patung yang akan semakin memanjakan pengunjung Kota Lama untuk berfoto atau bersantai.


FOTO: Nico Ario/Semarasanta

Gedung-gedung tua yang telah menjadi ciri khas tersendiri dibenak masyarakat dimanfaatkan lebih dengan menambah fungsi gedung sebagai sarana ruang terbuka bagi masyarakat. Contohnya, Cafe Spiegel, cafe tersebut menempati sebuah gedung tua yang yang dahulu banyak tumbuh lumut serta bentuk fisik yang tak terawat, namun setelah direvitalisasi, berubah mejadi sebuah gedung yang kembali kokoh, bak bangkit dari masa kelamnya.

Tak hanya Cafe tersebut, Gedung tua yang tak lain adalah bekas penginggalan Belanda yang terbengkelai, sekarang disulap menjadi sebuah icon pariwisata di Kota Semarang, yaitu 3D Trickt Art Museum. Bertempat di jalan letjend suprapto Semarang, Gedung ini menyediakan berbagai lokasi berfoto yang instagramable.

“Ya, menurut saya, Kota Lama yang sekarang, benar-benar berbeda sekali, dibanding dahulu saya bermain ke sini,” kata Fika, salah satu pengunjung Kota Lama baru baru ini. 

Penggunaan gedung itu secara tidak langsung merawat dan membuat aktivitas di kawasan tersebut bergeliat. Masyarakat sekitar mengapresiasi hal tersebut karena gedung-gedung tua yang dahulu terkesan menyeramkan mulai berubah menjadi apik. Cat-cat gedung pun telah diganti dengan yang baru. Wajah gedung juga tak lagi terlihat menyeramkan seperti kebanyakan gedung tua.

Beragam perubahan ini, dapat terlaksana tidak hanya dari usaha Pemerintah Kota Semarang saja, melainkan juga dibarengi dengan dukungan pihak-pihak swasta yang ikut melestarikan gedung gedung peninggalan sejarah ini, bahkan ada yang membuatnya sebagai salah satu kantor cabang usaha.  (NicoA/Semarasanta)

Share this:

 
Copyright © Semarasanta - Travel Blog. Designed by OddThemes & VineThemes