Eksotisme Arsitektur Candi Gedung Songo

Semarasanta/Antika Yolanza
Semarang – Menempuh waktu selama dua jam mengendarai sepeda motor sampailah kami di daerah Gedong Songo, tepatnya di Candi Gedong Songo, salah satu candi bersejarah di Jawa Tengah yang terletak di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Semarang. Matahari kala itu telah berada diatas kepala, namun hawa sejuk membuat kami tetap semangat untuk mengeksplor Candi yang satu ini. Dari tempat parkir, kita membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai ke lokasi candi. Apa sih Candi Gedong Songo itu? Kali ini kami akan membawa kalian melihat satu-persatu candi ini. Meskipun seharusnya jumlah Candi Gedong Songo 9 buah, namun sekarang tinggal 5 buah candi saja, 4 candi yang lain tidak lagi dapat ditemukan  akibat longsor yang terjadi di Gedong Songo beberapa puluh tahun yang lalu.
Setelah membayar tarif masuk ke Candi sebesar Rp 10.000,  kami langsung menuju candi pertama, yaitu Candi Gedong 1, candi ini memiliki bangunan yang utuh dengan ketinggian sekitar 5 meter. Candi ini berdiri diatas kaki candi atau sering disebut batur yang dilengkapi dengan adanya pahatan relief sulur dan relief bunga (padma) di sekelilingnya. Kebanyakan upacara adat keagamaan umat Hindu dilakukan disini, seperti upacara Wilujengan untuk menyambut 10 Syura. Ketika kami datang, upacara Wilujengan ini tengah dilakukan di pelataran depan Candi.
“Kebanyakan upacara adat seperti Wilujengan, diadakan warga Candi dilakukan di Candi Gedong 1, biasanya kita menyajikan sesajen berupa hasil bumi warga dan menyan sebagai pelengkap adat.” ucap Soeroso, seorang warga Desa Candi yang tengah mengikuti upacara tersebut, Sabtu (30/09).
Beberapa warga sedang mengikuti upacara Wilujengan. (Semarasanta/Antika Yolanza)
Puas mengamati keindahan candi Gedong 1 serta melihat prosesi Upacara Wilujengan, kamipun mulai naik ke atas menuju Candi Gedong II, yang membedakannya dengan candi lain di Gedong Songo, candi ini hiasan kalamakara, yaitu hiasan berbentuk wajah raksasa yang diapit oleh relief wanita cantik di pintu masuknya. Menurut mitos, kalamakara ini merupakan simbol penolak balak atau pengusir roh-roh jahat. Karena kondisi bagian atap candi hanya tinggal reruntuhan saja, candi ini jarang digunakan untuk kegiatan peribadatan.
 Kami pun melanjutkan perjalanan ke Candi berikutnya, yaitu Candi Gedong III, candi ini memiliki tiga buah bangunan, dimana dua bangunan yang menghadap ke timur dan satu bangunan sisanya menghadap ke arah barat. Uniknya, bangunan candi yang menghadap ke arah timur mirip seperti bangunan kembar, yang membedakannya adalah ukurannya, candi yang berada di sebelah kanan lebih besar daripada candi yang berada di sebelah kiri. Kegiatan Pemujaan Dewa Siwa oleh masyarakat sekitar Gedong Songo yang memeluk agama Hindu sering dilakukan di candi 3 ini.  Di dinding kanan dan kiri candi terdapat arca Dewa Siwa dan Ganesha sebagai simbol kemuliaan.
Rasa penat mulai kami rasakan karena rute jalan yang terus menanjak naik, namun dengan semangat disertai dengan rasa keingintahuan yang besar, kembali kami melangkah menuju Candi ke-4 yaitu, Candi Gedong IV. Candi ini terdiri dari satu buah candi utama dan sejumlah candi yang hanya berupa reruntuhan. Berbeda dengan candi lainnya yang digunakan sebagai tempat peribadatan, candi Gedong 4 digunakan sebagai pemakaman, tempat penyimpanan abu jenazah raja-raja zaman dahulu.
Kami pun sampai di Candi Gedong V, candi terakhir di Gedong Songo. Candi ini terdiri dari satu bangunan candi utama dan terdapat beberapa puing-puing reruntuhan candi di sekitarnya. Sama dengan candi ke-4, Candi Gedong V juga digunakan sebagai tempat penyimpanan abu jenazah raja. Terdapat pula arca Ganesha di dinding luar Candi.
Meskipun merasakan panas terik matahari dan lelah karena rute jalan yang sulit karena menanjak keatas, namun lelah tersebut terbayar dengan keindahan panorama alam Candi Gedong Songo yang kami rasakan ketika menuju ke tempat masing-masing candi. Arsitektur dalam relief masing-masing candi ini pun sangat menarik dan memiliki bentuk yang unik jika dipandang dari dekat. Tempat-tempat bersejarah seperti Candi Gedong Songo ini menjadi salah satu destinasi wisata yang edutainment, yaitu mendidik sekaligus sebagai hiburan, karena kita mendapat pengetahuan dari sejarah serta arsitektur tiap candi, kita juga mendapatkan hiburan berupa panorama alam indah Gedong Songo secara sekaligus. Penasaran dengan arsitektur dan alam Gedong Songo yang eksotis?
Yuk jadikan Candi Gedong Songo sebagai pilihan destinasi wisatamu! (Antika.Y/Semarasanta)


Share this:

 
Copyright © Semarasanta - Travel Blog. Designed by OddThemes & VineThemes