Cilacap Mini, Mengenal Budaya Lewat Miniatur


 
Tampak depan rumah adat Kabupaten Cilacap yang berada di kawasan Grand Maerakaca Semarang (Rahmi Hayati/Semarasanta)


Semarang – Berwisata untuk mengenal lebih jauh mengenai suatu budaya daerah tertentu sekarang tidak perlu jauh-jauh untuk mendatangi tempat secara langsung. Hambatan waktu dan biaya menjadi salah satu alasan sulitnya melakukan perjalanan. Grand Maerakaca merupakan satu wisata alternatif yang ada di Semarang untuk menutupi rasa penasaran bagaimana berwisata kota di dalam kota. Grand Maerakaca ini tepatnya terletak di Jl. Anjasmoro - Tawangsari, Semarang Barat, Kota Semarang.

Grand Maerakaca merupakan tempat wisata bahari yang terkenal dengan hutan mangrove dan jembatan harapan yang menjadi incaran pengunjung untuk berfoto. Namun yang tak kalah menarik dari tempat ini adalah adanya 35 anjungan atau rumah adat dari seluruh kota dan Kabupaten di Jawa Tengah. Masing-masing rumah adat ini dijaga dan dikelola oleh satu orang guide untuk menjelaskan secara menyeluruh mengenai masing-masing rumah adat. Salah satu rumah adat yang menonjol karena keunikan dan daya tariknya adalah rumah adat dari Kabupaten Cilacap, Bandung Tikelan.

Bandung Tikelan merupakan nama yang memiliki makna yaitu Bandung yang artinya dua bangunan yang digabung menjadi satu rumah besar dan Tikelan yang berarti biaya yang besar. Rumah adat ini memiliki ciri khas dengan adanya pendopo yang luas dan pada sejarahnya digunakan oleh masyarakat Cilacap untuk mengadakan pertemuan dan musyawarah. Bangunan rumah adat didesain dengan bentuk lepas dari depan sampai belakang sehingga memberikan ruang yang luas. 


Hasil kerajinan masyarakat Cilacap yang di pajang dalam Rumah adat Bandung Tikelan (Rahmi Hayati/Semarasanta)


Hasil kerajinan masyarakat dan berbagai benda-benda asli Kabupaten Cilacap juga bisa dinikmati di dalam rumah adat seperti kerajinan dari hasil laut berupa tirai yang terbuat dari kerang dan juga guci hasil kerajinan tangan masyarakat Cilacap. Ciri khas lain dari Kabupaten Cilacap adalah minyak bulus, satu obat tradisional yang sangat terkenal dan memiliki banyak manfaat seperti mengencangkan kulit wajah, mengobati penyakit koreng dan juga mengencangkan payudara bagi wanita.

Miniature Benteng Pendem dan Pulau Nusakambangan dibangun dalam bentuk mini yang menyerupai aslinya. Banteng Pendem merupakan banteng peninggalan penjajahan Belanda yang dulunya merupakan markas pertahanan tentara Belanda sekaligus dijadikan penjara. Sedangkan Pulau Nusakambangan dibangun karena merupakan tempat iconic kota Cilacap. Menurut Tori Herisusanto, penjaga rumah adat, orang tidak hanya mengenal Nusakambangan sebagai tempat penjara namun juga didatangi sebagai tempat wisata.


Benteng Pendem, salah satu ciri khas dari Kabupaten Cilacap yang juga dibentuk menyerupai aslinya di Kawasan Grand Maerakaca, Semarang (Rahmi Hayati/Semarasanta)


“Tidak hanya Pulau Nusakambangan yang menjadi daya tarik disini, namun juga terdapat simbol kilang minyak yang menjadi kilang bahan bakar terbesar se-Asia Tenggara serta pabrik semen Portland (re: Holcim)-nya. Pengunjung bisa melihat dibagian belakang rumah adat ini.” tambah Toni. 

Bagi pengunjung yang ingin masuk dan melihat isi rumah adat ini bisa berkunjung setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga 06.00 sore, dengan biaya masuk kawasan ini sebesar 10.000 rupiah per orang.


Rumah adat Jawa Tengah yang dibangun di kawasan Grand Merakaca ini untuk menggambarkan kota maupun kabupaten dengan ukuran mini namun memiliki unsur sejarah yang bisa dipelajari oleh pengunjung. Sehingga kawasan ini dijadikan sebagai tempat wisata edukasi bagi anak-anak khususnya sejarah masing-masing kota dan kabupaten yang ada di Jawa Tengah.

Selain untuk tempat wisata, kawasan Grand Maerakaca juga bisa disewa untuk kegiatan-kegiatan mahasiswa. Kegiatan seperti bonding atau Malam Keakraban (Makrab) sering diadakan dengan menyewa anjungan atau rumah adat. Sangat cocok untuk kalian yang ingin merasakan suasana tradisional rumah adat Jawa. Selain lebih menghemat biaya, juga sekaligus menjadi wujud kecintaan akan budaya dan peninggalan sejarah bangsa kita. (Rahmi Hayati/Semarasanta)

Share this:

 
Copyright © Semarasanta - Travel Blog. Designed by OddThemes & VineThemes